Penggunaan Open Data/ Satu Data untuk penyusunan Kebijakan Badan Publik (tampilkan data dalam open data disertai hasil kebijakan yang menggunakan data tersebut)

Permasalahan stunting saat ini menjadi program prioritas Pemerintah Kota Tegal, karena terjadinya peningkatan angka stunting di Kota Tegal dan adanya kemerosotan angka stunting. Padahal target RPJMD di tahun 2023 sebesar 4,60%.

Dalam rangka komitmen untuk menangani permasalahan anak stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, melalui Kecamatan Margadana, meresmikan program gerakan peduli stunting melalui peran lembaga kemasyarakatan, dengan pola bapak asuh anak stunting.

Program yang digagas Camat Margadana, Ary Budi Wibowo, berupaya mengumpulkan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) untuk membantu anak-anak stunting di wilayah Kecamatan Margadana.

Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono yang hadir dan melaunching program peduli stunting tersebut mengimbau kepada camat dan lurah agar segera berinovasi dan menunjukkan praktik baik dalam pelaksanaan aksi cegah stunting di Kota Tegal.

Saat ini, Kecamatan Margadana menjawab dengan cepat imbauan tersebut dengan diadakannya Launching Gerakan Peduli Stunting di Pendopo Kelurahan Margadana pada Kamis (20/7)

Wali Kota memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas sinergitas dan kolaborasi dari Camat Mardagana, para staf, serta seluruh komponen masyarakat, dan segenap elemen pemangku kepentingan, dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Tegal yang dilakukan sedini mungkin.

Wali Kota berharap peran aktif dari seluruh bapak asuh yang berasal dari tim percepatan penanganan stunting, camat dan segenap jajarannya, beserta lembaga kemasyarakatan di lingkup kecamatan hingga kelurahan yang menangani program ini harus dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan, penyuluhan maupun dorongan kepada orang tua dan keluarga. Karena hal ini penting untuk memenuhi gizi terbaik bagi anak-anaknya.

Camat Margadana, Ari Budi Wibowo menyampaikan berdasar data dari Dinas Kesehatan Kota Tegal tahun 2022, sampai dengan akhir tahun 2022, balita stunting di Kecamatan Margadana tercatat 226 balita terdiri dari 186 balita kategori pendek dan 40 balita kategori sangat pendek.

Sesuai dengan hasil validasi dan pengukuran ulang, menindaklanjuti hasil rembug stunting tingkat kota yang menugaskan kepada para lurah melakukan kunjungan rumah kepada semua balita yang masuk kategori stunting bersama Puskesmas Margadana dan Kaligangsa pada bulan Juni tahun 2023, di wilayah Kecamatan Margadana diperoleh data balita penderita stunting di wilayah Kecamatan Margadana sejumlah 160 anak dengan rincian 119 anak kategori pendek dan 41 anak kategori sangat pendek.

Jumlah balita stunting di Kecamatan Margadana saat ini tentunya masih sangat jauh dari target yang tercantum dalam RPJMD Kota Tegal tahun 2019-2024 yaitu sebesar 4,76 %. Untuk mengejar target RPJMD Kota Tegal tahun 2019-2024 tersebut, tentunya diperlukan berbagai upaya penanganan stunting di tingkat kecamatan dan kelurahan yang lebih terkoordinir dan terarah.

Berita Resmi terkait stunting di Kota Tegal :