Pekan QRIS Nasional 2020 Serentak Digelar Disetiap Kantor Perwakilan BI
Category : Berita Terbaru
Kamis, 12 Maret 2020
6 bulan 2 minggu 6 hari 13 jam 38 menit yang lalu

Sesuai dengan Undang- Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009, Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia, badan hukum dan lembaga negara yang independen yang bertujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan Rupiah tersebut mengandung dua aspek yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa yang dicerminkan oleh laju inflasi, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain yang dicerminkan oleh nilai tukar.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar bidang tugasnya yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan.

Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Salah satu komponen sistem pembayaran adalah alat pembayaran yang dikelompokan menjadi dua meliputi alat pembayaran tunai berupa uang kartal dan non tunai meliputi alat pembayaran berbasis kertas (Cek dan BG) serta alat pembayaran paperless (ATM, kartu debit, kartu kredit dan kartu prabayar).

Perkembangan alat pembayaran non tunai saat ini telah berevolusi secara pesat seiring berkembangnya ekonomi dan keuangan digital 4.0. Pada 17 Agustus 2019 Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yaitu standar QR yang mengintegrasikan seluruh platform aplikasi pembayaran digital yang diterbitkan oleh seluruh penyedia jasa sistem pembayaran. Intinya merchant atau pedagang cukup mempunyai satu QR yang dapat menerima pembayaran dari seluruh aplikasi sistem pembayaran digital. Pada peluncuran QRIS tersebut mewajibkan bahwa mulai 1 Januari 2020 seluruh pembayaran digital wajib menggunakan satu kode standart yaitu QRIS.

Salah satu keunggulan QRIS adalah antar platform aplikasi yang dikembangkan perusahaan penyedia jasa pembayaran, baik bank ataupun non-bank sudah saling terhubung dengan mudah, termasuk bank-bank di daerah. Dengan QRIS, kita dapat mendorong kemajuan sektor UMKM termasuk koperasi, yang tentunya mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha dimanapun, siapapun dan kapanpun, sehingga membantu peningkatan aktivitas inklusi ekonomi, dimana pelaku usaha tersebut berada.

Ka KPw BI Tegal Taufik Amrozy dalam Pers Conference Rabu (11/3) mengatakan bahwa sejak Tanggal 2 sampai 15 Maret serentak Bank Indonesia mengadakan Pekan QRIS Nasional 2020. BI Tegal fokus pada komunikasi langsung yakni berupa sosialisasi, talkshow, dan gelaran event serta pameran. Gelaran event yang diadakan berupa Pesta Rakyat Sabtu (14/3) di Alun-alun Kota Tegal yang akan dihadiri Walikota Tegal. Event sosialisasi QRIS serentak mulai 14 dan 15 Maret 2020 digelar disetiap Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Namun untuk Kota Tegal, puncak Pekan QRIS dilaksanakan 14 Maret 2020 di Alun-alun Kota Tegal.

Pesta Rakyat akan digelar mulai pukul 12.00 sampai malam hari sebagai upaya gebrakan adanya sistem pembayaran baru melalui QRIS. Terkait dengan QRIS bahwa ini merupakan sistem pembayaran secara digital dan mandiri. QRIS merupakan kebijakan dari BI dalam rangka penguatan sistem pembayaran dengan rupiah seiring dengan perkembangan teknologi, setelah kebijakan sistem pembayaran non tunai.

Dijelaskan Taufik, QRIS berupa QR Code yang distandarisasi oleh BI yang memudahkan para pemilik usaha ataupun konsumen dalam sistem pembayaran ketika bertransaksi. Sekarang ini sudah banyak aplikasi-aplikasi pembayaran secara digital, dengan deposit saldo sudah dapat bertransaksi. Namun dengan QRIS, konsumen yang masing-masing memiliki aplikasi pembayaran yang variatif dan berbeda-beda merknya, dengan QRIS yang sudah dimiliki para pemilik usaha atau pedagang, maka semua aplikasi pembayaran apapun bisa menerimanya.

Masyarakat sebagai penjual atau pedagang bisa mendaftarkan usahanya dan mendapatkan QR Code di bank-bank sesuai dengan nomor rekening yang dibuatnya. Sebanyak 31 UMKM di Tegal sudah mendaftar ke Bank Jateng untuk QRIS.

Hak Cipta © 2020 Layanan Informasi Publik. Diskominfo.