Cegah Virus NONSTOP Dengan Gerakan POYESNENO
Category : Slide News
Kamis, 15 Maret 2018
9 bulan 1 minggu 2 hari 4 jam 10 menit yang lalu

wasbang sma 1Wawasan kebangsaan penting ditanamkan pada setiap warga negara sebagai proses pembentukan sikap moral agar memiliki kecintaan terhadap tanah air dalam memelihara kesinambungan kehidupan bangsa dan terpeliharanya NKRI. Terlebih bagi bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, bangsa, agama dan adat istiadat. Demikian dikatakan Dr. Dodi Susanto (Derektur Klinik Pancasila) saat memberikan Ceramah Wawasan Kebangsaan dihadapan guru dan ratusan siswa SMA Negeri 1 Kota Tegal Rabu (14/03/18) dengan tema bagi generasi bangsa sebagai upaya pencegahan Virus NONSTOP (Narkoba, Obat terlarang, Nikotin, Sara, Terorisme, Onar, Pornografi) melalui gerakan POYESNENO (Positif Yes Negatif No).

Indonesia adalah negeri yang paling unik dan otentik, karena telah memilih Pancasila sebagai dasar Negara, di mana dalam sila-sila yang terkandung didalamnya telah terjabar panduan hidup bangsa Indonesia, sumber segala sumber hukum, perjanjian luhur dan falsafah hidup bangsa Indonesia.

“Jadi sudah sangat jelas, jika ingin meningkatkan wawasan kebangsaan kepada anak bangsa harus dengan mengamalkan Pancasila dalam menjalani kehidupan,” tegas Dodi Susanto,

Menurutnya saat ini isu yang harus dijaga yaitu isu konflik. Politik dekonstruksi telah meruntuhkan mental nenek moyang kita, sehingga mental yang diwariskan kepada kita, yang sampai saat ini masih terus ternanam yaitu, mental kuli, ruwet, indisipliner, pencemburu, intolerir, dan sesat. “Mental inilah yang sampai saat ini masih tertanam dalam diri anak bangsa, bahkan sampai 70 tahun usia kemerdekaan Indonesia,” ucap Dody

Pemahaman nilai-nilai wawasan kebangsaan merupakan kebutuhan mutlak, terutama bagi generasi muda guna menanamkan sikap nasionalisme di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi saat ini, sekaligus untuk mengembangkan nilai-nilai luhur seperti yang tercermin dalam Pancasila dan UUD 1945. Apabila perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi tidak disikapi secara arif maka akan sangat berpengaruh kepada sikap perilaku seseorang khususnya generasi muda maupun pelajar.

Wawasan kebangsaan sangat mudah untuk dimulai, seperti dengan membiasakan diri untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Serangan pintar juga telah merusak sendi kehidupan anak bangsa, seperti makanan cepat saji. Dengan makanan cepat saji, anak bangsa akan kehilangan sumber gizi yang cukup, sehingga akan kehilangan energy kebugaran dan mengakibatkan tidak dapat menyerap ilmu pengetahuan akhirnya terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba, saat itulah demoralisasi kehancuran anak bangsa dimulai.

Serangan pintar kedua yakni, pola hidup senang yang berimbas berkurangnya rasa tanggungjawab. Ketiga fantasi, seperti sering membuka situs pornograpi yang sangat merusak generasi bangsa. Keempat gaya hidup yang berakibat anak bangsa akan terjebak kepada pola hidup konsumtif berlebihan sehingga menyumbangkan kemerosotan ekonomi Indonesia. Kelima film dan yang terakhir, filosofi. Yang harus diwaspadai dari serangan pintar ini anak bangsa akan mengalami penyimpangan prilaku seperti menjadi pecandu narkoba dan pornografi, kerusakan saraf, terorisme, dan onar.

“Maka kembali saya tegaskan sudah saatnya menumbuhkan kembali semangat kebangsaan, dengan mangamalkan empat pilar kebangsaan, yang harus diterapkan dalam kehidupan, membiasakan untuk mengatakan tolong, maaf dan berterimakasih dalam kehidupan,” pintanya. Selain itu Wawasan kebangsaan juga bertujuan untuk mencegah segala perilaku negatif yang diakibatkan dari pengaruh tekhnologi informasi yang berkembang begitu pesat saat ini, termasuk ancaman penyalahgunaan Narkoba yang kini sudah menjadi bencana nasional termasuk tindak kriminal lainnya.

Hak Cipta © 2018 Layanan Informasi Publik. Diskominfo.