Pemkot Tegal Ditawari Pengolahan Sampah Menjadi Metanol Cair
Category : Slide News
Jumat, 15 Desember 2017
7 bulan 5 hari 10 jam 7 menit yang lalu

PT. Reksa Donao Sarana menawarkan sistem pengolahan sampah yang mampu mengubah sampah menjadi methanol cair kepada Pemerintah kota Tegal. Pimpinan PT. Reksa Donao Sarana, Eko Setiyo Utomo selaku rekanan di damping Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Tegal Agus Santosomenjelaskan kepada Plt. Walikota Tegal, M Nursholeh di ruang kerja Plt. Walikota, Selasa (12/12).

Eko Setiyo menjelaskan teknologi yang dibawa ini berasal dari Hunggaria, pihaknya ingin menawarkan teknologi pengelolaan sampah terbaru, dengan proses pengolahan sampah yang arahnya green teknologi, standar pengolahan sampah yang sudah diadopsi di eropa.

Dengan metode pengolahan sampah ini, mesin mampu memilah sampah dengan sendirinya, baik yang logam bahkan sampah keramik dengan hasil akhirnya menjadi sintetik gas yang didinginkan menjadi metanol cair.

Jika di lihat dari sampah yang dihasilkan di Kota Tegal, perhari ada 200 ton sampah, menurut Eko Setiyo dengan 200 ton sampah ini
dibutuhkan lahan sekitar 5 Ha lahan dan nilai investasi sebanyak 25 milyar rupiah.

Namun menurut Eko dari 25 milyar tersebut akan mendapatkan bantuan kredit lunak dari pemerintah Hunggaria sebesar 15 milyar, jadi praktis Pemerintah Kota Tegal hanya membutuhkan 10 milyar dan menyiapkan lahan saja.

Selain itu, dengan sistem pengolahan ini bisa menghasilkan income, dimana methanol cair yang dihasilkan bisa dijual dan nilainya cukup besar. Untuk 200 ton sampah dalam setahun bisa menghasilkan 100 ton methanol per tahun.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Waliktoa Tegal, M. Nursholeh menyampaikan bahwa, saat ini memang Pemerintah kota Tegal tengah menghadapi persoalan persampahan dimana saat ini pembuangan sampah ditempatkan di tempat pembuangan akhir yang masih bersifat Sementara. Dengan tawaran ini cukup menarik untuk di pelajari.

Namun demikian, menurut Nursholeh masih dibutuhkan penjelasan teknis apakah sistem tersebut ideal dan bisa digunakan di Kota Tegal. Jika hasil penjelasan teknis dan kajian dari OPD pengampu sudah cocok tidak menutup kemungkinan sistem ini bisa diadopsi di kota Tegal.

 

Hak Cipta © 2018 Layanan Informasi Publik. Diskominfo.